Tampilkan postingan dengan label Bunga Sakura untuk Sakura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bunga Sakura untuk Sakura. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2010

Tentang BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA

gw buatnya waktu gw masih SMP...
sekarang udah malas hahhaha...

tapi sekarang aku punya novel yang lagi in process hhi.. aku harap ini berhasil...

nanti kalau udah selesai semua aku publish deh ke blog ku...  =]

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 11 [novel gagal gw]

Ketiga ö


Sakura, Kevin, Jason, dan Syarin sedang berbelanja bahan pokok di pasar Geufinia. Disana banyak sekali orang berbondong-bondong untuk mendapatkan sayuran ataupun bahan makanan untuk dimasak bersama keluarga. Sakura, Kevin, Jason, dan Syarin sudah menyamar seperti orang biasa.
Sakura memilih-milih barang yang akan di beli. Sebenarnya Sakura tidak ahli dalam hal itu, tapi untungnya ada kertas belanjaan. Sedangkan Kevin sedang menggendong Syarin dan Jason sedang asyik bercanda dengan Syarin. Walaupun suasana padat-padatan tapi mereka masih tetap punya waktu untuk bercanda.
Ketika sudah selesai berbelanja, mereka jalan-jalan sejenak di pinggir kolam yang berada di pusat kota. Karena kecapaian, mereka beristirahat sejenak disana. Syarin dan Kevin bermain air dan ayunan dekat dengan kolam tersebut.
Sakura duduk tepat di pinggir kolam. Ditaruhnya barang belanjaan di bawah dekat dengan kakinya. Ia menghela nafas.
Jason menghampiri kakak kandungnya ini. Duduklah ia di samping Sakura. Ia menatap Sakura dengan dalam. Ia tahu persis kalau kakanya sedang mengalami masalah serius. Sebab, dia sendiri terjun ke masalah itu bukan? Jason juga menghela nafas. “Kak, kakak mending gak usah mikirin hal seperti ini terus-terusan. Nanti kakak sakit lagi!”
“Tau ah, kakak bingung! Kakak gak tau harus gimana lagi! Kakak tidak tau jalan keluarnya agar kita bisa kembali ke tempat kita lagi!!” Sakura mulai berkaca-kaca. Memang saat-saat inilah Sakura mulai kelihatan cengeng.
“Sudahlah kak, nanti juga ada jalan keluarnya kok! Aku yakin itu. Tapi kakak jangan menyerah. Aku juga punya rasa yang sama seperti kakak! Toh, aku juga terjebak di sini kan?”
“Tapi, How we can go out from here?? Are you have a conclusion?” kata Sakura dengan nada hopeless.
Nope, Big Sist...” Jason mengatakannya dengan sangat berat.
Sakura memegang kepalanya, dia merasa sangat bersalah. Dia pikir, dia yang menyebabkan ini semua terjadi. Padahal belum tentu itu benar. Ia terus memikirkannya. Dia takut tidak bisa balik ke dunianya yang asli. Dan juga...
“Aku kangen sama Orang Tua kita Jes,” Sakura menatap Jason dengan tatapan memelas.
“Sama, aku juga. Tapi jujur nih kak, aku sudah lupa dengan wajah mereka. Walaupun masih terlihat samar-samar.” Jason menjelaskan.
“Di mana sebenarnya mereka? Mereka hanya mengirimkan kita surat setiap tahunnya. Sedangkan, menelepon kita jarang sekali.”
Jason menggeleng. “Ya sudah deh, kita balik ke istana saja yuk! Nanti di cariin ratu Cecille loh!”
“Yuk!” Sakura menyetujui.
Jason memanggil Kevin yang masih asyik bermain dengan Syarin. Setibanya di Istana, Sakura langsung menuju ke arah dapur. Soalnya kan mau memberikan hasil belanjaan. Jason menuju kamarnya dan Kevin mengantar Syarin ke Ratu Cecille.


______________________________________________________
SELESAI!! BELUM DILANJUTIN hahhahahaha.... ga ada waktu... sekarang gw buat novel lain... pastinya lebih seru dari ini [aseeeekkk]

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 11 [novel gagal gw]

Wajahnya menampakkan wajah yang sangat gelisah. “Sakura, Kevin, kalo loe pada pengen selamat, lari secepatnya. Ok?”
“Memangnya ada apa Jas?” Sakura menambahkan.
“Sudah, lari saja. Ikut gue.” Tangan Sakura ditarik oleh Jason. Kevin yang tak tahu apa-apa langsung menggendong Syarin dan ikut lari mengejar Sakura dan Jason.

###

Teh panas yang di seduhkan oleh Syarin seperti menghangatkan suasana. Sekarang mereka ada di kedai teh dekat dengan istana. Kevin masih tersengal-sengal karena tadi mengejar Sakura dan Jason sambil menggendong Syarin. Jason menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal sama sekali.
“Syar, makasih ya sudah diseduhin.” Sakura memuji Syarin dengan tulus.
“Iya kak, sama-sama”
“Haaahh, haah, Jas, loe kenapa dikejar-kejar kayak gitu. Gue hampir seperempat mati tau gak! Gila, mana larinya jauh gue gendong Syarin lagi!”
“Syarin? Ohh, jadi nama anak ini Syarin?” Jason mengusap kepala Syarin. Syarin hanya tersenyum malu.
“Iya Jas, dia putri kerajaan di negara ini.” Sakura menambahkan.
Hallo Princess! You’re so cute and pretty! Hehehe...” Jason menyubit pipi Syarin dengan perlahan. Syarin semakin tersipu malu.
“Jas, inget Astrid. Loe kesini jangan langsung jadi fedofil gitu dong!” Kevin langsung meminum teh yang tadi diseduh oleh Syarin.
“Iya, iya... Gue tau. Lagian, gue juga belum ketemu sama yayang gue. Kangen! Hehehe”
“Tapi kenapa loe dikejar-kejar?” Kevin mengulang pertanyaannya kembali.
“Sebenarnya ini gak sengaja sih. Tiba-tiba saja saat gue buka mata gue, gue ada di kolam mandi air hangat cewek! Ya jelas aja gue jadi kelabakan. Mana baju gue jadi basah semua lagi! Sekarang sih udah kering. Mungkin karena tadi gue lari-lari kali. Yaudah, ketahuan deh gue di situ. Di kirain mereka, gue mau ngintip tuh cewek pada mandi!”
“Wah, loe ngeliat gak? Gimana? Badannya bohai gak?” Kevin mulai bersemangat.
“Ya gak lah, gue gak liat. Loe pengennya, tapi suer gue gak liat! Saat gue ketahuan, jelaslah gue lari. Eh malah di kejar-kejar bapak-bapak gak jelas. Ya pastinya gue lari makin terbirit-birit. Terus di perjalanan, gue ketemu loe-loe pada.”
“Hahaha, loe di kejar-kejar sama bapak-bapak? Ngamuk kale istrinya di intipin cowok gombal kayak loe!” Sakura menahan ketawanya supaya dia gak ngakak. Habisnya kalau ngakak nanti dilihatin sama pelanggan kedai tersebut! Kan berabe jadinya. “Syar, kira-kira kak Jason bisa menginap di istana nggak?”
Syarin tersenyum dengan lebar. “Pastinya dong kak! Kamar kosong di istana masih banyak banget! Tapi gak terbuka untuk umum sih. Tapi Syarin usahain kok! Nanti Syarin mohon-mohon sama mama deh!” jelas Syarin.
“Makasih ya adik manis!” Jason mengusap-usap kepala Syarin dengan perlahan.
Syarin tersenyum sambil menatap Jason dengan tatapannya yang lugu.

###

Sinar rembulan menerangi kamar Kevin yang sangat sepi. Entah kenapa malam ini Kevin gak bisa tidur sama-sekali. Di bukanya kaos yang sekarang sedang dipakai. Habisnya gerah sih!
Badannya yang termasuk ‘proposional’ ini kelihatan secara jelas. Ia duduk di jendela kamarnya yang sedari tadi tak pernah ia tutup. Di lihatnya pemandangan istana yang hijau membentang. Jason juga sudah diperbolehkan Ratu Cecille untuk menginap di istana. Mungkin pertamanya diinterogasi dulu seperti Sakura dan Kevin.
Wajah Kevin yang termasuk dalam katagori ‘pujaan cewek’ ini termenung dan menghela nafas berkali-kali.
“KYAAAA!!!” Pintu kamar yang tiba-tiba terbuka dihuni oleh seorang cewek berambut panjang dan imut ini. Cewek tersebut menutup matanya dengan kedua tangannya.
“Ngapain loe ke kamar gue?” Kevin menghampiri cewek tersebut.
“Stop, stop, stop!! Jangan mendekat! Pakai baju loe dulu baru gue masuk!” cewek itu menjelaskan.
“Nggak ah, gerah! Kenapa loe gak berani ngeliat badan gue? Toh badan keren kayak gini pasti banyak di puja-puja cewek.”
“Iiih amit-amit deh!”
“Ya udah, loe mau masuk atau nggak? Kalau loe tetap di pintu kayak gitu ntar gue cium loh!” Kevin membuka kedua tangan cewek tersebut.
Wajah Kevin yang cute dan keren itu tepat di depan wajah cewek berambut panjang tersebut. Spontanitas cewek itu langsung mundur jauh kebelakang. Jantungnya sempat berdebar kencang.
“Ra, loe mau masuk atau nggak? Loe Cuma buang-buang waktu tau nggak!” Kevin menambahkan.
“Iya, iya!” Sakura masuk ke dalam kamar Kevin dengan hentakan kaki yang kencang.
Kevin nggak menutup pintunya, karena takutnya ada yang berfikir macam-macam. “Ada urusan apa loe ke kamar gue?” Kevin membuka percakapan.
“Gue bingung Vin,”
“Kenapa harus bingung?” Kevin menatap wajah Sakura. Suasana hening sejenak. “Kan ada gue!” tambahnya.
Badan Kevin di pukul pelan sama Sakura. “Impossible banget loe bisa nyelesain masalah ini!”
Kevin tertawa kecil “Iya, iya, ampun Ra!” Sakura menghentikan pukulannya ke arah Kevin. “Ra,”
“Heemmm?? Ada apa?”
“Loe cantik juga ya,”
“HAAAAH?? APA LOE BILANG?”
Kevin langsung menutup mulutnya. Wajahnya berubah dan matanya nggak berani menatap wajah Sakura sekarang ini. “Nggak, loe belekan tuh!”
“Mana?” Sakura mengusap-usap matanya. “Nggak ada juga! Coba ulangi kata-kata tadi? Gue nggak denger jelas?”
“Dibilang nggak ada apa-apa. Tadi gue salah ngomong!”
“Oooh, gue kira loe tadi bilang gue cantik. Kalau cantik sih, so pasti!”
“Wajah kayak Mak Lampir gitu di bilang cantik. Tadi gue mau bilang, Ratu Cecille itu cantik juga ya. Eh, gue salah ngomong.”
“Oooh,” suasana hening sejenak. “Loe nggak ngantuk? Udah jam berapa ya sekarang?”
“Sekitar jam dua-an. Loe sendiri? Kok nggak ngantuk?”
“Tau nih, gara-gara masalah ini gue jadi susah tidur.”
“Jawaban gue persis kayak loe.”
“Yaudah deh, loe gak bisa kasih nasehat yang baik nih! Gue kirain loe bisa jadi filsafat dan memberikan solusi yang baik dan benar tentang masalah ini. Ternyata loe malah ngajak bercanda.” Sakura pergi ke pintu dan berbalik badan “Met bobo ya” langkahnya makin mantap menuju kamarnya sendiri.
Kevin tertawa sinis. Ia menutup pintu kamarnya dan merebahkan dirinya ke kasur istana. Berkali-kali dia mencoba menutup mata tapi tetap saja ia tak bisa tidur. Dari arah luar kamar terdengar suara gegabah gegubuh. Kevin penasaran dan ingin melihat sedang terjadi apa di sana. Ia bangun dan menuju keluar. Di lewatinya kamar Jason, masih terdengar sepi berarti dia masih tertidur pulas.
Lalu melewati kamar Sakura, sudah sepi juga berarti Sakura juga sudah tertidur. Kevin yang masih setengah telanjang sangat penasaran dengan suara gegabah gegubuh yang berada sekitar di bagian taman istana. Memang sih suaranya nggak terlalu besar tapi membuat Kevin jadi makin penasaran.
Sesampainya di taman istana, ia melihat sekelompok cowok memakai baju serba hitam. Gerak-gerik kelompok tersebut membuat Kevin curiga. Di hampirinya kelompok tersebut, tapi dengan hati-hati agar tidak ketahuan mereka. Diintipnya kelompok tersebut. Ternyata Syarin ada dengan kelompok aneh itu. Syarin memberontak, mulutnya di tutup, tangannya diikat, dan dia di gendong oleh salah satu penjahat -sepertinya- itu.
Gerakan reflek, Kevin langsung menghampiri kelompok itu untuk menyelamatkan Syarin. Suara gegubuh di taman istana membangunkan penjaga gerbang yang sedang asyik tidur.
Ia langsung bangun dan membawa pedangnya, menuju ke arah suara berisik yang berada di taman istana. Sang penjaga akhirnya membantu Kevin untuk menyerang penyusup yang masuk ke dalam istana. Bahkan sampai ingin menculik Syarin!

###

“Ada apa ini ribut-ribut?” Ratu Cecille tiba-tiba muncul dari arah pintu bersama dengan dayang-dayang kepercayaannya. Kevin mengusap keringat, Syarin berada di pelukan salah satu penjaga gerbang karena saking shock terhadap kejadian tadi, dan sekelompok penyusup itu sedang diikat dan tidak bisa memberontak. “Siapa mereka ini?” Ratu Cecille menambahkan sambil menunjuk ke arah sekelompok penyusup itu.
“Ratu, mereka adalah penyusup yang tadi sempat kami tahan ketika ingin menyerang putri Syarin.” salah satu penjaga memberikan laporan. Sang Ratu menghampiri komplotan penyusup itu. Di cermatinya wajah penyusup itu satu persatu.
“Dari mana kalian?” tanyanya ketus. Sekelompok penyusup itu tidak memberikan jawaban. “DARI MANA KALIAN?” Sang Ratu mulai keras terhadap penyusup itu.
Sang penjaga menodorkan pedang kearah leher salah satu penyusup itu. Sekelompok penyusup mulai gundah. “Walaupun kami akan mati sekalipun, kami tidak akan memberitahu darimana usul kami!” salah satu penyusup mulai membuka mulut.
“Saya tahu kalian dari mana! Pasti dari benua Gondwana kan?” Sang ratu mulai marah. Tatapannya sangat tajam dan penuh amarah. Para penyusup itu semakin gelisah. Kebohongannya tidak akan bisa tertutupi.
Ratu Cecille sangat marah, sikapnya tidak lagi seperti ratu Cecille yang seperti biasanya. “Pengawal! Cepat penjarakan mereka! Kalau perlu hukum mereka seberat-beratnya!”
“BAIK!” Jawab pengawal dengan serentak.
Sebenarnya, konflik apa yang terjadi di antara benua ini? Apa ada hubungannya dengan buku yang Sakura ambil waktu itu? Batin Kevin mulai bertanya-tanya.

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 10 [novel gagal gw]

Ratu Cecillia tersenyum “Terima kasih, saya kira kalian akan menculik anak saya dan membawanya ke tempat kalian.”
“Ratu, kami bukan berasal dari Benua Gondwana. Kami berasal dari sesuatu tempat yang jauh.” Jelas Sakura.
Ratu Cecillia mulai tenang. Ia membubarkan barisan tentara di depan gerbang istana dan mengajak Sakura dan Kevin untuk makan malam di istana tersebut.
Hidangan yang menggugah selera mulai menambah nafsu makan Sakura dan Kevin yang sedari tadi belum makan. Pelayan menatanya dengan sangat rapi. Ratu Cecillia duduk di tempat keistimewaan.
Mari makan,” Ratu Cecillia mengijinkan. Sakura dan Kevin mulai makan makanan yang di hidangkan. Tetapi sebelum di makan, Sakura dan Kevin tentunya harus berdoa dulu.
Ratu Cecillia dan Syarin makan dengan sangat rapih. Beda sekali dengan Sakura dan Kevin dengan cara makannya yang tergolong langka –hehehe...-.
Seusai jamuan makan, Ratu Cecillia menunjukkan kamar yang akan di tempati Sakura dan Kevin. Jangan pikir yang macam-macam loh, kamarnya berbeda satu sama lain. Sakura sudah memasuki kamar barunya. Ia langsung memasuki pintu kamar dan melambaikan tangan ke arah Syarin yang mengantarinya sampai di depan pintu kamar.
Di tutupnya pintu kamar oleh Syarin. Sakura langsung menuju ke jendela dekat tempat tidurnya. Dekor kamarnya benar-benar terlihat kuno. Dimulai dari tempat tidur yang mirip seperti zaman kerajaan Belanda, Temboknya yang berupa batu bata dan dihiasi bunga-bunga di bagian atas plafonnya, hingga bentuk jendela yang setengah oval.
Di bukanya jendela tersebut sehingga angin malam berhembus sepoi ke arah wajahnya. Angin menerpa rambutnya yang panjang dan tergerai. Ia melihat sekitar. Penerangan hanyalah menggunakan lilin dan sejenisnya. Tidak ada listrik di sini. Sebenarnya, apakah aku benar-benar ada di dunia dan alam yang berbeda atau aku hanya bermimpi saja? Batin sakura bertanya.
Diserbunya tempat tidur yang siap untuk ditiduri Sakura. Diaturnya posisi untuk tidur. Aku harap, semua kejadian ini dapat berakhir dengan cepat. Kata Sakura di dalam hati.

###

Udara segar tercium dari hembusan angin yang melewati jendela Sakura yang tadi malam lupa di tutup. Badan Sakura menjadi menggigil kedinginan. Ia pun terbangun dan mencoba untuk mengumpulkan nyawanya yang belum kembali. Suasana sekitar sudah cerah. Suara kicauan burung terdengar sangat nyaring dan enak didengar.
Keadaannya mirip seperti di desa. Mungkin karena belum ada polusi sama sekali. Sakura jalan menuju pintu –yang sepertinya itu- kamar mandi. Dan itu memang kamar mandi. Di masukinya ruangan tersebut dan berbilaslah dia.
Ketika sudah selesai acara berbilas-bilas, Sakura turun ke lantai bawah. Di ciumnya aroma makanan yang khas sekali.
Sakura bertemu Kevin ketika di perjalanan menuju meja makan. Seperti biasa, mereka tak bisa akur pasti selalu ada yang diributin.
Ketika acara makan sudah selesai, mereka di ajak oleh Syarin untuk keliling-keliling kota. Sudah tentu ada izin dari Ratu Cecillia, Bundanya itu. Kalau tidak nanti Ratu akan cemas seperti saat Syarin menghilang dan mengajak Sakura dan Kevin yang waktu itu masih dinamakan ‘buronan’.
Suasana kota Geufinia sangatlah tentram. Sakura dan Kevin diajak oleh Syarin untuk pergi keliling kota. Sebenarnya mereka ogah untuk jalan berduaan, yaah walaupun itu ditemani oleh Syarin.
Semua orang terlihat ramah. Syarin mengajak Sakura dan Kevin ke taman kota. Suasananya sejuk, indah, dan masih dipenuhi oleh taman bunga dimana-mana. Berbeda sekali dengan suasana di kota Jakarta.
Syarin meninggalkan mereka berdua di bangku taman. Ia pergi menuju air mancur yang berada di dekat taman dan memainkannya. Mereka duduk terpisah, seperti biasa mereka gak bisa akur sama sekali. Yaah, mungkin di saat-saat tertentu.
“Kev,”
“Hmmm, kenapa?”
“Gimana cara kita balik ke dunia kita lagi?
I dont know, ask to her.” Kevin menunjuk kearah Syarin yang sedang sibuk main air mancur yang ada di tengah taman.
“Tapi kan...” Sakura berfikir sejenak, “Berapa lama kita akan di sini?”
“Entahlah, mungkin bertahun-tahun”
“HAH? NGACO! Kalau gitu kita di sini terus? Gitu?” Sakura mengarahkan tubuhnya kearah Kevin.
“Ya... nggak juga sih, tapikan gue gak tau kapan kita bakal balik ke real life kita.”
Sakura menghela nafas. Ia menyenderkan tubuhnya ke kursi taman. Ditundukkan wajahnya dan sekali lagi Sakura menghela nafas. Kevin menghampiri Sakura dan duduk di sampingnya. Ia menatap Sakura dengan wajah sama-sama kecewa. Kevin menepuk bahu Sakura dengan perlahan. “Gue tau perasaan loe. Gue juga merasakan hal yang sama kayak loe.”
Sakura menatap Kevin. “Sejak kapan loe jadi lembut sama gue kayak begini? Tumben? Biasanya ngejek gue ‘Mak Lampir’ karena saking cerewetnya?”
Alis Kevin mengkerut, “Kapan gue baik sama loe? Perasaan gak pernah deh...”
“Nih buktinya,” Sakura menunjuk kearah tangan Kevin yang masih nempel ke bahu Sakura. Kevin melepaskan tangannya dari bahu Sakura, tangannya menggaruk-garuk kepalanya yang nggak gatal sama sekali. Matanya tidak berani menatap mata Sakura yang sekarang dipenuhi dengan keheranan.
Mulutnya mulai terbuka, tapi tak ada sepatah katapun yang diucapkannya. Setiap kata yang ingin Kevin ucapkan pasti tidak jadi dikeluarkan. Itu tandanya...
“Vin, loe salting –salah tingkah- di depan gue?”
Mata Kevin yang tadinya tak terarah melihat kearah mana akhirnya berhenti tepat memandang wajah Sakura. Suasana sempat hening sejenak.
“Kata siapa? Ngaco loe! Gue gak salting kok, cuma...” Kevin menghentikan ucapannya.
“Cuma apa?”
“Yaahh,” Kevin mengangkat bahunya “Cuma iseng aja kok!”
“Bener cuma iseng doang? Atau loe udah tobat musuhan sama gue? Gitu?” Tatapan Sakura ke Kevin makin tajam. Ia mulai menginterograsi Kevin sehingga membuat Kevin terpojok.
“Yee! Kata siapa? Kapan gue bilang ‘Damai’ sama loe! Ogah! Gak sudi tauk!”
“Ooooh... Gue kirain loe udah tobat. Berarti kalau loe nyerah sama gue, gue yang menang! Hehehe...”
Ogah! Im never quit! Whatever loe mau ngomong apa yang penting gue gak bakal nyerah sama loe! Mending gue nyebur ke kolam deh daripada ngaku kalah sama loe!”
Sakura tertawa sinis. “Oke...oke..., kalau gitu jika loe yang ngajak damai ke gue, loe musti, kudu, wajib, harus nyebur ke kolam sampai kehabisan nafas.”
Kevin terkejut “Lah? gue mati dong! Harapan gue buat dapat istri cantik plus kaya raya pupus donk karena janji kayak gini?”
“Ya gak nyampe mati lah! Paling, pingsan paling banter!”
Kevin berfikir. Sakura mulai tertawa sinis sendiri. “Tapi kalau gue pingsan, loe yang kasih nafas buatan buat gue ya! Habisnya gue belum pernah ngerasa ciuman bareng musuh gue sih!”
“Uhuk! Iiih, ogah banget deh gue harus kasih CPR sama loe! Gue juga ogah ngasih ciuman pertama gue ke loe!”
“Jadi...” suasana hening sejenak “Loe belum pernah ciuman?”
“Ya belum lah! emangnya kayak loe! Palingan loe udah ngelakuinnya berpuluh puluh kali kan? Buktinya mantan loe udah lebih dari 20an kan?”
“Yee! Emangnya gue cowok murahan? Gampang ngasih ciuman gue ke cewek-cewek gue?”
“Jadi loe senasib sama gue?”
“Sejenis lah,”
“Serius?”
“Ya... gitu deh...”
Sakura tertawa geli, “Hahaha, masa playboy cap kupluk gak pernah ciuman sih?”
“Yee! Masih mending belum pernah ciuman, daripada belum pernah jadian kayak loe? Pantas saja gak ada yang mau pacaran sama loe! Habisnya loe galak kayak ibu-ibu lagi sensi! Hehehe!”
“Apa loe bilang? Gue pernah pacaran, TAUK!! Dan gue itu GAK GALAK!”
“Kalo gak galak, itu apa namanya?”
“Hanya menasehati saja!”
“Nasehat kok kejam kayak gitu? Pantas saja orang yang mendengarnya pasti rambutnya pada diri semua!” Kevin mulai tertawa ngakak.
“APA? Ngajak berantem loe sama gue?”
“Ayo siapa takut!”
“Dasar sapu ijuk! Playboy cap kupluk! Jelek, tengil, oon, plus aneh bin-atang!”
“Ngaca dong mbak! Liat diri loe! Kayak loe nggak aja.”
“Emang gak!”
Syarin yang tadinya masih asyik memainkan air nengok ke arah Sakura dan Kevin yang sibuk berantem adu bacot. Syarin menghampiri Sakura dan Kevin dengan cepatnya. “Kak Sakura, Kak Kevin! Jangan berantem!” Syarin berusaha memisahkan Sakura dan Kevin. Tapi teguran Syarin gak ampuh bagi mereka. Berkali-kali Syarin mencoba tuk memisahkan mereka tapi tetap gak berhasil juga. Hingga cara yang paling ampuh-pun dikeluarkan. Yaitu, ‘berteriak’.
“STOP!! AKU MOHON KAKAK STOOOPP!!”
Serentak Sakura dan Kevin menatap ke arah Syarin. Alis mereka mengkerut. “UDAH DEH! ANAK KECIL GAK USAH IKUT CAMPUR!!” Sakura dan Kevin serentak juga mengatakannya. Syarin kaget. Matanya mulai berkaca-kaca. Sakura dan Kevin masih saja adu bacot. Dan akhirnya, Syarin mulai menangis kencang di taman itu.
Sakura dan Kevin kelabakan dan berhenti berkelahi. Walau mereka sudah berhenti berkelahi tapi, Syarin tetap menangis kencang. Sampai-sampai semua pengunjung taman itu melihat mereka.

###

Matahari mulai terbenam. Senyuman yang lebar terpancar di wajah Syarin. Sambil memakan ice cream yang dibeli patungan sama Sakura dan Kevin membuatnya reda dan tidak menangis lagi. Tangan kiri Syarin di gandeng oleh Kevin. Sakura bisa agak terbebas dari rengekan Syarin. “Rin, pulang yuk!” Sakura mulai membuka percakapan.
“Ayo! Lagipula hari sudah mulai malam nih!”
Sakura dan Kevin menghela nafas. Mungkin karena susahnya menenangkan Syarin yang tadi nangis tak terkendali.
Tiba-tiba terdengar keramaian dari arah belakang mereka. Suara derap kaki terdengar semakin kencang ke arah mereka. Tiba-tiba bahu Sakura tersenggol oleh seorang cowok yang sepertinya di kejar-kejar oleh segerombolan orang di belakang mereka. Cowok itu jatuh tersungkur. Sakura dan Kevin terkejut melihat wajah cowok itu.
Cowok itu memandang Sakura dan Kevin dengan ekspresi yang sama. Serempak Sakura dan Kevin memanggil nama cowok itu, “Jason?”
“Kakak? Dan Kak Kevin?” Jason langsung berdiri tegap. Ia tak percaya dapat bertemu dengan kakak dan sahabatnya sekarang ini. Jason melirik ke arah belakang. 

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 9 [novel gagal gw]

“Ahhh, nyebelin deh! Iya aku bangun!” orang misterius itu mulai menampakkan dirinya ke arah Sakura dan Kevin.
Tampaklah sesosok anak kecil yang sepertinya seumuran dengan Syarin dan memakai pakaian yang lusuh. Dia tampak sedikit kumal dan rambutnya acak-acakan. Suasana hening, Syarin tersenyum ke arah orang misterius itu.
“Rin, maksud kamu? Orang ini yang membuat buku itu?” Kevin memecah keheningan.
Tampang anak itu mulai berubah. Lekuk-lekuk wajahnya menunjukkan kalau dia sedang kesal. “Syar, mereka itu siapa sih?” nada anak misterius itu mulai kesal.
“Oooohh, mereka itu yang menemukan buku buatan kamu! Buku legenda itu loh!” Syarin menjawab.
“Mereka?” Anak misterius itu memandang Kevin dan Sakura dari ujung kaki ke ujung kepala “Ogah ah, aku mendingan lanjutin tidur lagi deh...”
“Ta...tapi” bantah Syarin dengan cepat.
“Suruh mereka pulang saja, aku pikir yang menemukannya adalah seorang yang handal dalam hal peperangan. Aku butuh orang kuat, bukan lemah seperti mereka!” Anak misterius itu menyambar ucapan Syarin.
Sakura menampakkan muka marah. Wajahnya memerah dan tangannya mengepal. “Lalu, bagaimana caranya kami bisa kembali ke dunia kami lagi? Walau kami bukan seseorang yang kamu cari-cari, tapi bagaimana dengan aku dan cowok blekok ini?”
Kevin langsung tersendak “Eh, mak lampir! Loe tuh kalo mau bawa-bawa gue yang bagus dong! Misalnya pangeran yang baru turun dari langit, gitu!!”
“Iiihhh, amit-amit cabang bayi gue musti ngakuin loe kayak gitu! Walau di dunia sudah nggak ada cowok lagi dan hanya loe satu-satunya cowok di sini, gue gak bakal sudi deket-deket loe! Phuiiiihh!!”
“Yeee, sama, gue juga gak bakalan mau deket-deket sama loe!!”
“Stoooooppp!!” Syarin mengeluarkan jurus jitunya, “Aku disini buat menyelamatkan kakak-kakak! Tapi kakak malah berantem!!”
“Tapi, anak kecil itu kok malah cuekin kita?” Sakura menimpali ucapan Syarin. Anak misterius yang tadi menyuekin Sakura dan Kevin langsung menghentikan langkahnya. Diputarbalikkan tubuhnya kearah Kevin dan Sakura. “APA? ANAK KECIL KATAMU??”
Anak misterius itu langsung mendekati Kevin dan Sakura. Jari telunjuknya mengacung-acung ke arah Kevin dan Sakura “UMUR AKU UDAH SEMBILAN PULUH DELAPAN TAHUN TAU! SIAPA BILANG AKU ANAK KECIL!” suara cempreng anak kecil keluar dari anak misterius ini. Sakura dan Kevin menelan ludah. Mereka tak menyangka kalau umurnya sudah sebegitu tuanya. Bahkan berlipat-lipat dari umur mereka sebenarnya.

###

Suasana hangat terpancar dari perapian yang berada di samping Sakura dan Kevin. Syarin membawa minuman coklat yang menyengat di hidung, membuat orang yang mencium aromanya langsung ingin cepat-cepat meminumnya. Ditaruhnya minuman tersebut di depan Sakura, Kevin, dan anak misterius itu. Setelah menaruh minuman tersebut, Syarin duduk di samping anak misterius itu. “Nama kalian siapa?”anak misterius itu mulai memecahkan keheningan yang berada di ruang tamu tersebut.
“Aku sakura, dan dia Kevin” Sakura menjelaskan.
“Kalian berasal dari mana?”
Jakarta!” Sakura dan Kevin langsung menjawab berbarengan. Syarin tersenyum “Wah, kalian kompak ya!”
“Gak banget deehh!!” Sakura menimpali.
“Disgusting!” Kevin menambahi.
“Sudah-sudah! Jangan bertengkar! Maksud aku, kamu berasal dari planet apa?” anak misterius itu kemudian mengambil cangkir coklat itu dan meminumnya.
“Bumi” Kevin menjawab. Anak misterius itu mengangguk mengerti. Keadaan hening lagi, “Bumi itu dimana sih?” keadaan hening itu terpecahkan kembali gara-gara anak misterius itu. Kevin menepuk jidatnya.
Susah untuk kami jelaskan! Sepertinya kami berasal dari dunia yang jauh berbeda dari dunia kalian!” Sakura menambahkan.
“Oooh, begitu. Kalian jangan mengejek aku masih anak kecil ya! Namaku Zocalova (dibaca Zokalova), dan ingat! Aku ini cowok bukan cewek!” kata anak misterius itu memperkenalkan diri.
Memang tampangnya mirip seperti anak-anak, bahkan seperti seusia Syarin. Syarin tersenyum. Tatapannya melirik kearah Zocalova dengan sangat dalam. Zoca bingung atas tingkah laku Syarin yang tiba-tiba berubah. Syarin mulai membuka mulut.
“Mbah..., Syarin boleh ikut mereka gak?”
Wajah Zocalova mulai merah padam karena menahan marah “Mbah, Mbah! Jangan panggil Mbah donk! Panggil Kakak sudah cukup! Aku gak se-tua itu tauk!”
Syarin tertawa kecil “Iya deh, tapi boleh kan?”
“Gak!” jawabnya singkat “Itu terlalu berbahaya untuk kamu Syar!”
Sakura dan Kevin kebingungan. Mereka bingung akan hal yang sedang dibicarakan Syarin dan Zocalova.
“Maksud kalian apa sih?” Kevin mulai penasaran. “Jadi kalian belum paham?” Zocalova mulai menciptakan suasana yang tegang.
“Kalian sekarang berada di Benua Laurasia, kota Geufinia. Apapun yang kalian perbuat di dunia kalian menyangkut buku misterius itu, akan terjadi di sini. Itu adalah buku keramat yang sudah ada dari benua ini sebelum benua ini ada, saat masih dalam keadaan satu benua yang bernama Pangaea.”
Sakura mulai mengingat-ingat, “Vin, kayaknya gue pernah denger nama Pangaea deh.” Kevin berpikir sejenak, soalnya dia juga pernah mendengar nama tersebut. “Jangan-jangan yang dimaksud Zoca itu teori Alfred Wegener tahun 1880-1930! Dia pakar meteorologi Jerman yang memukakan pendapat bahwa dahulu Benua hanya satu yaitu Pangaea!” Kevin menjelaskan.
“Maksud kakak apa?” Sekarang giliran Syarin yang bingung terhadap omongan Sakura dan Kevin.
“Ini pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Geografi. Kami juga diajarkan tentang benua Pangaea. Dahulu benua hanya ada satu yaitu Pangaea dan satu Samudra yaitu Samudra Panthalasa. Tapi karena akibat tenaga endogen yang kemudian memunculkan kedua benua ini, yaitu Benua Gondwana dan Benua Laurasia. Tenaga endogen itu ialah tenaga yang berasal dari dalam bumi seperti halnya gempa.” Kevin menjelaskan perlahan ke Syarin agar ia mengerti.
“Tumben loe pinter Vin, biasanya otak loe loadingnya lama. Pelajaran Geografi-pun jarang dapat nilai tujuh, paling mentok enam koma lima” Sakura heran.
“Hehehe... sekarang udah di permak dong.”
“Jadi kalian dari dunia masa depan? Begitu?” Zoca makin semangat mendengarnya. Matanya berbinar-binar penuh keingintahuan. “Kurang lebih seperti itu” Sakura menjawab.
“Berarti kalian bisa memegang janji untuk menyelamatkan kedua benua ini?” Zoca makin bersemangat.
Kevin heran terhadap ucapan Zoca, “menyelamatkan?”
“Iya! Menyelamatkan Benua Laurasia dari ancaman Gondwana! Dan mengubah benua Gondwana menjadi benua yang indah penuh kedamaian seperti benua ini, agar bisa terhindar dari segala perselisihan.” Zoca menjelaskan.
“Dahulu, Papa sama Mama satu kerajaan. Papa sama Mama punya dua benua yang di pimpin, rakyatnyapun banyak yang makmur dan sejahtera. Tapi gara-gara Papa terhasut oleh omongan benda-benda magisnya, Papa jadi berubah total! Papa memisahkan kerajaan menjadi dua juga dan menduduki masing-masing satu benua. Aku ikut sama mamaku, dan kakakku ikut sama Papaku. Benda-benda magis Papa mulai menghasut papa untuk membuat hal-hal yang jahat, jadinya benua Gondwana dipenuhi oleh penderitaan. Karena rakyatnya sudah terbiasa dengan sikap Papa, mereka mencontohnya. Rakyat di benua Gondwana-pun mulai berubah total menjadi rakyat yang suka dengan kehancuran. Mama khawatir, takut kalau rakyatnya yang ada di Benua Laurasia ini ikut terhasut dengan rakyat yang ada di Benua Gondwana seperti halnya Papa yang terhasut oleh benda magisnya. Syarin rindu banget sama Papa. Syarin ingin ketemu Papa, tapi Mama gak menyetujui. Makanya Syarin ingin ikut sama kakak!” mata Syarin mulai berkaca-kaca. Air matanya mulai berjatuhan melewati kulit pipinya yang putih dan lembut. Pipinya yang tergolong ‘cabi’ ini sudah basah dengan air mata.
Zoca mengelap air mata Syarin dengan bajunya. Hati Sakura tersentuh. Sakura dan Kevin hanya terdiam saja, mereka ingin sekali menyelamatkan Benua Gondwana dari kegelapan. Dan yang paling terpenting, membawa Ayah Syarin kembali ke Isterinya.

###

Derapan langkah sepatu penjaga mulai terdengar. Suara orang sedang sibuk mencari dua orang tahanan yang kabur makin terdengar. Yap, mereka sedang mencari Sakura dan Kevin yang menghilang dari penjara. Apalagi Syarin yang sedari-tadi tidak menampakkan batang hidungnya. Pelayan yang menjaga Syarin juga sibuk mencari, apalagi Ratu Cecillia yang ikut sibuk mencari anak semata wayangnya ini. Beliau takut kalau terjadi hal yang tidak mengenakkan.
Para penduduk diinterograsi satu persatu, tetapi tiada hasil. Ratu Cecillia semakin cemas. Ia mengerahkan semua penjaga bahkan tentara-tentaranya hanya untuk mencari Syarin dan kedua tahanan yang masih belum diketahui asal-usulnya.
Satu jam...
Dua jam...
Tiga jam...
Ratu Cecillia masih belum mendapatkan kabar dari para tentara tersebut. Wajah Ratu Cecillia semakin cemas dan khawatir. Soalnya Ratu Cecillia belum menginterograsi kedua tahanan barunya itu. Apalagi mereka membawa buku keramat negara Geufinia.
Enam jam sudah berlalu, waktupun semakin malam. Sakura dan Kevin menggandeng Syarin menuju ke istananya kembali. Syarin menunjukkan setiap arah yang akan dilalui. Sesampainya di pintu gerbang istana, tiba-tiba para tentara menyiapkan panah dan membidiknya kearah Sakura dan Kevin. Reflek, Sakura dan Kevin terkejut melihatnya.
Salah satu pelayan penjaga Syarin mendekati Syarin dengan perlahan. “Non, ayo kembali ke istana, jangan dekati kedua tahanan yang berbahaya itu.” Syarin mundur perlahan sambil menarik tangan Sakura dan Kevin.
“Ayolah Non, nanti Non dimarahi nyonya loh!”
Syarin semakin mundur. Sakura dan Kevin juga semakin ditarik sama Syarin.
“Non, ikut sama Bibi yuk.” Tangan pelayan itu menyentuh tangan Syarin. Alis Syarin mengerut marah. “SYARIN GAK MAU! SYARIN CUMA MAU SAMA KAKAK-KAKAK INI!!”
Tangan Syarin semakin ditarik paksa. “Lepasin, Bi!! Syarin gak mau! Syarin mau ngajak kakak-kakak ini ikut Syarin! Syarin benci Bibi!!”
“Syarin!” suara dari belakang barisan tentara membuat bidikan panah kearah Sakura dan Kevin melemah. Tangan Syarin juga dilepas oleh pelayan tersebut.
“Mama?” Syarin menatap ke arah suara tersebut. Ratu Cecillia memegang wajah Syarin dengan penuh kelegaan.
“Kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang?” Wajah Ratu Cecillia berbinar senang. Syarin mengangguk.
“Tante, Syarin kami jaga kok. Dia hanya ingin menemui temannya yang berada tidak jauh dari belakang penjara.” Kevin menjelaskan.

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 8 [novel gagal gw]

Sakura mulai jengkel! Mungkin gara-gara mimpinya di ganggu sama cahaya itu kali ya??
“Astrriiid!!!” Sakurapun bangun dengan pelan, dilihatnya sekeliling. Berpikirlah dia sejenak.
“Haahhh??? Ini dimanaa???”
Dilihatnya keluar jendela. Semua orang yang ada di luar memakai baju yang mirip seperti di game-game, aneh-aneh semua!! Sakura mulai membuka kamar pintunya. Pelayan yang merasa heran dengan kedatangan orang asing dan bajunya yang asing juga mulai berbisik-bisik. Sakura juga merasa heran dengan keadaan dirinya. Sakura berlari-lari ke koridor per koridor. Rumahnya mewah! Mirip istana tapi desainnya sama seperti rumah zaman sekarang!
Duukk, Sakura bertabrakkan dengan seorang cowok yang memakai jaket hijau dan berbaju biru. Dibukanya mata Sakura untuk melihat cowok itu. Dan cowok itu adalah...
Kevin? Kok loe juga ada disini?”
“Hah? Loe Ra? Gue juga aneh kok saat gue bangun dari tidur keadaanya udah aneh begini!!”
Sakura berfikir sejenak “Vin, mungkin aja ini reaksi dari buku itu! Tapi apa maksud dari semua itu??”
Kevin mengangkat bahu. Semua pelayan dan juga orang yang ada di sana masih berbisik-bisik.
“Kakak!! Kakak siapa? Kok tampilan kakak aneh sih?” seorang gadis kecil berkuncir dua memakai pita besar berwarna biru juga membawa kucing yang dikalungi lonceng tersebut tiba-tiba menyahut Sakura dan Kevin.
“Duh! Tuan putri bahaya!! Mungkin mereka dari ras Gerenica!! Bisa bahaya!” seorang pelayan mencoba menghindari gadis kecil itu dari Sakura dan Kevin.
Tapi Syarin pingin tau asal-usul mereka!!”
Ooohh, anak ini namanya Syarin. Berani juga ya dia?!! Tapi yang paling aneh, kok mereka pakai bahasa gue sih? Batin Sakura mulai bertanya lagi
“Syarin kakak boleh tau gak? Kira-kira ini dimana ya?”
“Ooh, ini di negara Geufinia. Terletak di benua Laurasia! Masa kakak gak tau sih? Kakak berasal dari mana?”
“Sudahlah tuan putri bahaya! Mereka orang asing!”
“Mbak, kami mohon mbak jangan takut sama kami. Kami orang baik-baik kok!” Kevin menerangkan.
“Kev, Geufinia itu dimana ya? Emangnya ada benua Laurasia?” Sakura berbisik kearah Kevin.
“Mana gue tau! Gue kan bukan paranormal!!”
Sakura berfikir sejenak, “Eh, buku sihirnya loe bawa gak?” Kevin mulai menunjukkan reaksi kritisnya.
Sakura menggeleng. “Mana sempat!! Gue aja gak bawa apa-apa ke sini!”
Pelayan yang ada di rumah mewah ini tiba-tiba bersujud. Seorang cowok yang bertampak seperti bodyguard mengawali seorang wanita berpakaian ‘wah’ dan wajahnya yang cantik sekali. Sakura dan Kevin bingung. Seorang wanita itu menghampiri Kevin dan Sakura dengan tatapan mengherankan. “Siapa kalian? Memasuki kerajaan Geufinia dengan sembarangan!”
“Maaf, kami juga tidak tau mengapa kami ada di sini?!”
Wanita itu serasa berfikir sejenak. “Hmm, jangan-jangan kalian pencuri harta berharga kerajaan Geufinia?”
Sakura bingung, “Maksud beliau, buku tua itu?”
Wanita itu memancarkan wajah terkejut, tanpa pikir panjang dia langsung memanggil pengawal-pengawal untuk menangkap Sakura dan Kevin. Sakura mulai memberontak, Kevinpun juga memberontak. Tapi apa daya, mereka dimasukkan ke dalam ruangan kosong yang mirip penjara. Tapi tertutup semua, hanya ada celah kecil diatas untuk udara dan pintu yang ada kacanya.

###

“Baginda, apa yang akan baginda perbuat atas tahanan pencuri itu? Sepertinya mereka tidak mengetahui apa-apa.” Seorang penasihat berbicara kepada seorang ratu -wanita yang tadi menyerahkan Kevin dan Sakura ke dalam penjara-.
“Tapi bagaimana mungkin mereka tidak mengetahui apa-apa? Mereka telah mengucapkan kata-kata yang ada di buku keramat negara Geufinia! Anda tahu bukan? Kalau kata-kata itu disebut berarti akan mendatangkan musibah di negara Geufinia ini!”
“Tapi baginda, sebaiknya anda bertanya dulu kepada mereka! Mereka asing di mata kita! Kita harus menyelidikinya lebih lanjut.”
Sang ratu mulai berfikir. Seorang ratu negara Geufinia, pusat perkotaan di benua Laurasia bernama Ratu Cecille. Seorang ratu yang sudah memerintah negara Geufinia selama dua puluh tahun ini adalah ratu yang paling bijaksana dan terhebat sebenua Laurasia.
Benua disini terbagi dua, yang pertama Laurasia. Benua yang selalu mengambil positif dari segala musibah atau tantangan. Benua yang selalu mementingkan kerjasama antar individual ataupun berkelompok. Yang intinya tidak akan ada huru-hara disini.
Yang kedua benua Gondwana, dimana terdapat ketidak-adilan di sana-sini. Ibukotanya Gerenica, hampir sama duplikatnya dengan Geufinia.
Sedangkan suasana di penjara yang kini dipenghuni seorang cowok dan seorang cewek ini masih aja adu mulut.
“Argghh, loe sih Kev! Gara-gara loe gue jadi sengsara begini nih! Satu sel lagi sama loe! Iiihhh mending gue di penggal daripada gue satu sel sama loe!!”
“Sama, gue jijik se sel ma loe. Ntar loe knapa-knapa gue yang disalahin. Tapi bagus deh, loe aja yang dipenggal daripada gue. Ntar cewek-cewek di sekolah gak mau sama gue lagi gara-gara kegantengan gue dipenggal!”
“Iiihh, amit-amit cabang bayi deh! Loe kan yang udah ngajak gue ke goa nggak jelas gitu! Gara-gara tuh buku gue gak bisa ketemu my sweet darling lagi!!”
Kevin kaget. Sweet darlingnya Sakura? Batin Kevin mulai bertanya. “Siapa?”
“Loe gak perlu tau pokoknya kalo gue gak bisa balik loe yang harus nanggung semuanya! Titik!!”
“Yeee, sewot! Lagian siapa yang suruh baca tuh tulisan gak jelas? Mungkin aja itu penyebabnya.”
“Tapi ujung-ujungnya loe juga kan yang salah!!”
Sakura dan Kevin memalingkan wajah berlawanan dengan wajah yang memancarkan ‘MF’ -Musuh Forever-
Keadaan mulai hening. Sakura duduk di pojok sebelah kiri belakang sedangkan Kevin di dekat pintu masuk. Sakura mulai menunjukkan muka BTnya. Sedangkan Kevin...
“Eh mak lampir, cembetut aja.”
“Kenapa gak suka?”
Kevin menghela nafas, “Jutek banget sih loe!”
“Yee... yang jutek siapa, yang heran siapa.”
Keadaan hening lagi. Paling Cuma terdengar suara kuda, suara orang-orang yang lagi berjualan, dan kereta kuda di arah ventilasi kecil diatas. Sakura memegang perutnya yang mulai keroncongan. Kevin yang melihat itu hanya memperhatikannya.
Cklek, tiba-tiba pintu terbuka. Kevin dan Sakura melihat kearah pintu tersebut.
Seorang anak kecil yang berkuncir dua dan memakai pita besar tersenyum kepada penghuni sel disitu. “Kakak!! Syarin udah bebasin kakak! Boleh gak Syarin ikut sama kakak? Syarin bosan di sini terus!!”
“Tapi kemana? Sakura dan kakak gak tau jalan di daerah sini!”
“Tapi kakak bukan dari negara Geunica kan?”
“Kita bukan berasal dari mana-mana. Kita disini gara-gara buku yang diketemukan di goa.” Sakura memperjelaskan.
“Jadi kakak berdua ini...” Syarin berfikir sejenak. “Ayo ikut Syarin ke suatu tempat! Syarin ingin mempertemukan kakak sama yang buat buku itu!”
Tangan Sakura dan Kevin ditarik oleh Syarin menuju tempat yang kecil dan sempit. Masih di kawasan penjara sih tapi suasananya lebih angker dan menyeramkan. Seberkas cahaya muncul di sebuah pintu yang ukurannya kira-kira hanya 135 cm. Kalau Syarin sih pas tapi Sakura dan Kevin harus nunduk dulu jadi butuh waktu rada lama. Dibalik pintu kecil tersebut terlihat perumahan yang agak kumuh. Pakaian yang dipakai warga situ juga terlihat sangat sederhana. Syarin masih saja menarik tangan Sakura dan Kevin. Orang-orang disana pada memperhatikan Sakura dan Kevin yang ditarik-tarik oleh Putri dari kerajaan Geufinia.
Sakura dan Kevin masih bingung. Siapa yang akan mereka temui dan untuk apa mereka di sini. Kevin dan Sakura masih menganggap ini khayalan, yang kebetulan mimpinya lagi sama.
Sesampai di sebuah tempat, dimana halamannya itu hijau membentang menerobos tempat kumuh tadi. Sakura dan Kevin sempat takjub dengan keindahannya tersebut.
“Rin, kita mau dikemanain sih?” Sakura mulai memberanikan diri untuk bertanya. Syarin berpaling ke arah Sakura, sambil tersenyum ia katakan “Rahasia...!”

###

Perapian yang hangat membuat tubuh Sakura yang tadinya dingin menjadi hangat kembali. Kevin yang asyik melihat sekitar rumah tua yang ditunjuk syarin itu. Syarin bertampang seperti sedang mencari-cari seseorang. Ia memanggil-manggil nama tersebut dengan bahasa yang asing didengar Sakura.
Sakura hanya termenung melihat api yang berada di perapian tersebut. Terkadang matanya mengarah ke sekitar ruangan yang sedang ditempati sekarang. “Kevin,” panggil Sakura dengan suara damai.
“Kenapa?” jawab Kevin dengan suara damai juga. “Gue jadi ill-fell nih disini. Loe musti cepat-cepat cari jalan keluarnya! Kalau nggak, gue bakal lapor polisi setempat.” Timpal Sakura dengan cepat.
“Yeee, mikir dong mbak. Disini mana ada polisi? Yang ada plajurit-plajurit kerajaan yang seperti orang yang nahan kita tadi.” Kata Kevin dengan nada suara yang meledek.
“Hiiihh, pokoknya kalau ada apa-apa loe yang gue incer! Loe yang gue cari-cari dan kudu bertanggung jawab! Gue nggak mau rugi tau gak?!”
“Ih, bodo amet deh.”
Tampang Sakura semakin memerah. Tangannya sedikit mengepal, raut tampangnya bertekuk-tekuk. Ruangan yang sekarang Kevin dan Sakura tempatin menjadi ribut karena pertengkaran mereka. Syarin tetap masih sibuk dengan urusannya, gak ada waktu buat melerai mereka berdua.
“Heeeeiii!! Siapa sih yang berisik jam segini? Aku masih ngantuk tau!” suara asing yang berasal dari salah satu bawah meja di ruangan yang ditempatin Sakura dan Kevin, membuat Sakura dan Kevin berhenti bertengkar. “Oh, disitu kamu rupanya!” Syarin menuju ke bawah meja yang bilamana tadi terdengar suara yang asing didengar.
Syarin menarik-narik seseorang dari arah bawah meja tersebut. Sakura dan Kevin hanya tercengang melihatnya. “Ayo dong! Ada tamu yang ingin menanyakan buku itu!” Syarin menjelaskan. “Ahh!! Malas ah, aku udah PW –Posisi Wuenak- nih! Lagian masih malam kan?” balas orang misterius itu.
Sakura dan Kevin saling berpandangan heran melihat Syarin yang sedang asyik mengajak seseorang yang sedari tadi sedang ada di bawah kolong meja.
“Ayolah... Ini tuh sudah siang!! Ayo!” nada Syarin makin memaksa.

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 7 [novel gagal gw]

Kedua ö

Jalan yang berliku untuk sampai ke goa mistis itu akhirnya diketemukan juga. Sesampainya disana, Sakura dan Kevin memasukinya. Di ujung lorong itu hanya ada pintu yang bertuliskan mantra-mantra sihir juga ada lambang tongkat perbentuk bintang yang dilingkari cahaya. Tapi saat Sakura menyentuhnya, pintu itu tiba-tiba terbuka sendiri.
Dibalik keheranan Sakura dan Kevin, dibalik pintu itu pun menunjukkan keheranannya. Dan disitulah, ada sebuah lingkaran sihir di bagian bawah goa dan dinding-dinding goa.
“Ini terkesan terlalu mistik, gak realistis deh...” Kevin mulai protes. Mungkin karena dia gak bergitu suka sama hal-hal yang berbau mistik. Sedangkan Sakura...
“Gak kali, mungkin ada satu kemungkinan kita bakal ngebuka satu pintu lagi.”
“Maksud loe?” Kevin mulai bingung dengan tingkah Sakura. Memang sih rada beda suasananya dari sebelum dibuka pintu yang satunya lagi.
Ruangan di bagian ligkaran sihir tidak gelap melainkan terang benderang. Sakura melanjutkan langkahnya ke arah lingkaran sihir itu. Rasa keingintahuannya muncul dengan dasyatnya. Kevin juga menghampiri Sakura dengan langkah yang rada ragu.
“Ra, gak apa-apa nih kita ke tengah lingkaran ini?”
Sakura menengok ke arah KevinWhy not? Udah jauh-jauh dari Villa ke sini kenapa kita gak coba ungkapin suatu hal kemungkinan yang bakal terjadi disini?”
Kevin mengaruk kepalanya yang gak gatal. Sakura yang masik takjub dengan keadaannya sekarang menemukan suatu buku yang kayaknya udah tua banget.
Dibukanya buku tersebut, lembaran pertama memang terlihat kosong tapi tiba-tiba ada kata-kata yang muncul.

“Karzennzek Harcom L-lol-a Marfect Ilword
Operendet Harfa Youleracta

Kevin makin menggaruk-garuk kepalanya, “Bahasa apa nih Ra?”
“Hmm, gimana kalau kita coba sebutin aja kata-katanya.”
“Tapi kalo terjadi suatu hal, gue gak tanggung ya...”
Sakura langsung mengangguk dasyat, sepertinya dia sudah gak sabar lagi ingin mengetahui kelanjutan petualangannya.
“Karzennzek Harcom L-Lol-a Marfect Ilword Operendet Harfa Youleracta” mereka berdua menyebut kata-kata itu berbarengan, yaah mungkin sedikit cekcok saat mengucapkanya.
Tak ada reaksi, Sakura dan Kevin saling berpandangan. Mereka menunjukkan wajah heran yang luar biasa karena kayaknya yang ada disini mustahil semua.
Sakura tetap memegang bukunya dan Kevin yang sepertinya udah BT disini langsung mengajak Sakura pergi. Mau gak mau karena Sakura merasa gak berhasil, jadinya dia kut Kevin juga. Tapi sesaat dia keluar dari goa itu, perasaan Sakura semakin gak menentu. Perlahan-lahan kepalanya menghadap ke pintu depan goa itu. Dilihatnya dengan seksama, dengan perlahan-lahan matanya menelusuri sekeliling goa itu. Goa yang kayaknya gak pernah di rawat and udah berlumut itu serasa mengatakan Sakura dan Kevin gak boleh pergi.
Tapi langkah Sakura untuk meninggalkan goa itu sudah mantap. Sakura hanya membawa buku tua yang ada di goa. Warnanya cokelat, tapi udah tua banget! Kertasnya aja berwarna coklat kemudaan. Bagian sampul gak ada tulisan apa-apa, cuma ada logo lingkaran sihir ditengahnya.
Loh, kok sekarang rasanya kayak ngomongin mistis ya?
Sakura dan Kevin masih diperjalanan, entah nanti pulangnya dia bakal dimarahi atau disidang sama guru-guru disana gara-gara menghilang setengah hari.
Dan, BING BONG dugaan yang kayaknya bakal tepat seratus persen ini gagal!
Guru-guru pada gak tau mereka menghilang setengah hari, dan untungnya lagi cuma Justin aja yang tau mereka pergi jauh untuk melihat goa. Sekarang udah sore banget kira-kira udah jam limaan. Dan juga abis ini Session ke tiga bakalan mulai. Sakura dan Kevin langsung menuju ke Aula dengan tampilan apa adanya.

###

Kevin dengan dandanan pake jaket warna hijau tua dan baju kaos berwarna biru muda, lalu celana panjang jeans berwarna biru tua dan jam tangan besar berwarna hitam ini sedang mencari-cari seorang cewek yang duduk di bagian depan api unggun dengan pakaian simple asal pakai aja. Siapa lagi kalau bukan Sakura.
Kevin menarik tangan Sakura dari belakang. “Eh, sadako, loe bawa buku yang tadi kan?”
“Yeee... siapa yang sadako?? Loe kali tuh! Narik tangan orang sembarangan, ngomong dulu ngapa!!”
Kevin melepaskan tangannya dari tangan Sakura. “Allright!! Kalo gitu mana bukunya?”
“Ya di kamar lah! Ngapain gue bawa-bawa ke acara api unggun!!”
“Yaahh!!” Kevin menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal “Tapi ini penting banget!! Ambil gih sana!”
“Eh loe tuh siapa sih? Juragan gue? Gue bukan pembokap loe tau!! Main nyuruh-nyuruh aja!”
Kevin makin menggaruk kepalanya yang gak gatal. “Please!!! Only this time!! So important!!
“Emangnya mau diapain sih?”
“Gini nih...” Kevin mengajak Sakura ke arah belakang pohon cemara di sekitar api unggun. “Gue ingin kasih unjuk buku itu ke guru bahasa, mungkin aja dia tau artinya!”
Sakura menatap wajah Kevin dengan tampang yang heran banget. “Loe tuh gila apa ya? Bahasa aneh kayak gitu kayaknya guru bahasa kita gak bakal bisa deh menerjemahinnya!!”
I want to try!!Kevin memohon-mohon dengan sangat ke Sakura yang memasang muka rada jutek karena dipaksa.
“Oke, tapi loe temenin gue ya! Jalanannya gelap baget soalnya!!”
Kevin memasang muka heran, “Loe takut gelap?”
“Bu... bukan itunya! Gue takut diganggu sama yang gak kelihatan tauk!!”
“Oooh, jadi loe takut sama yang begituan. Kok loe gak takut saat masuk goa yang ada di hutan itu?”
“Itu masalahnya lain! Udah, jadi gak nih?”
Ayo!” dengan langkah yang tetap dan tepat, Kevin dan Sakura menuju pondok Shopia nomor 203. Dimana si Sakura, Astrid, dan Mifuelle bertempat tinggal sementara disana.
Melewati jalan-jalan yang gelap dan rada menyeramkan sambil mendengarkan bunyi kodok yang terdengar jelas banget ini membuat Sakura rada takut. Mybe dia gak pernah ngerasain berada di situasi begitu.
Jreeenngg, gak kerasa pondok Shopia sudah ada di depan mata. Kevin menunggu Sakura di depan pintu kamarnya. Sakura masih menggratak tasnya. Tarraaa!!! Buku kuno yang terdapat gambar lingkaran sihir di bagian tengahnya sudah diketemukan Sakura.
Dibukanya lagi buku tersebut. Sakura yang sedang mengecek tulisan yang tadi disebut oleh Sakura dan Kevin tiba-tiba menghilang. Sakura segera memberitahukannya ke Kevin. Kevin juga menunjukkan reaksi terkejut yang tak kalah samanya dengan Sakura.
“Kok bisa?” Kevin mulai bingung. “Mana gue tau! Gue gak pernah buka buku ini lagi!”
“Jangan-jangan dihapus sama Astrid lagi.”
“Mana mungkin Kev!! Gue yakin tadi tulisan pake tinta!!”
“Tapi, kok bisa hilang begini. Mana gue belum hafal tuh tulisan lagi!”
Glek, Sakura mulai merinding. Ada sesuatu yang aneh disini... batin Sakura mulai memprediksi.

###


“Ra, loe kemana aja sih hari ini! Gue gak ngeliat loe dimana-mana! Di acara api unggun juga cuma sebentar abis itu juga menghilang!” Astrid mengomel, tapi Sakura menghiraukannya.
Astrid, Please don’t be angry. Aku tambah bosan nih! Because, Yuushokugo terebi de maenichi sinetron o mimasu! -Karena, Aku setiap hari setelah makan malam pasti nonton sinetron di TV!-”
“Duuuuhhh!!!! Stoopp!!! Kalian berdua tuh bikin gue tambah pussiiing tau gak! Gue pengen nyantai nih!!! Seharian ini gue di bebani sama hal yang berat banget!!!”
Astrid dan Mifuelle terdiam. Sakura menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal sama sekali. “Udah ah, gue pengen tidur sekarang. Loe jangan ribut-ribut ya! Awas loh gue bangun lagi!”
“Iya... gue ngerti,” Astrid membalasnya dengan nada jutek tapi rada nyesel juga.
Yap, I understood!!
Mifuelle yang gak tahan suasana hening langsung ngobrol sama Astrid. Karena terbawa suasansama Astrid. Karena terbawa suasana, Astrid dan Mifuelle tertawa lebar sampai suara mereka mengganggu Sakura.
Astrid dan Mifuelle segera tutup mulut tapi untung Sakura tidurnya pulas.
Sedangkan di tempatnya Kevin, dia masih asyik dengan discmannya. Kevin juga memainkan mainan di hapenya. Hape Kevin bermerk Nokia N 91. Itu juga boleh menang dari suatu perlombaan di sebuah majalah.
“Vin, loe gak tidur? Besok bangun pagi tauk! Ntar matanya berkantong loh!!” ini namanya Jorshello biasa dipanggil Jorsh. Namanya sih kelihatan cakep tapi orangnya tuh cewek banget!
“Yaelah, kantong mata aja dipikirin. Lagian Kevin kalo udah denger discman gak bakal denger yang lain!!” kalo yang ini playboy kelas kakap, namanya Rian.
Kevin membuka earphonenya. “Eh, gue udah ngantuk nih! Gara-gara gue ngeliat hape mulu sih! Sorry gue gak bisa temenin loe pada buat begadang. Sorry coi!”
Kevin langsung bersiap-siap untuk tidur.
Well, we come back to shopia room! Astrid dan Mifuelle ternyata nemuin buku tua yang ada lambang sihirnya itu di bawah bantalnya Sakura!
Dengan naluri kepenasarannya, mereka membuka buku tersebut dan ternyata...

###

Matahari sudah menembus kaca kamar yang sekarang lagi ditempati oleh Sakura. Seperti biasanya Sakura pasti gak bakal bisa bangun gara-gara bantal yang masih nyatu banget sama kepalanya. “Ehhh, Trid, Fuelle! Tutup hordengnya donk!!”
Tak ada jawaban... hordengnyapun masih terbuka. “Triidd, Fuellee!!!”