Kamis, 01 April 2010

BUNGA SAKURA UNTUK SAKURA PART 4 [novel gagal gw]

Kevin menatap Sakura dalam-dalam, “Emangnya boleh?”
Sakura menahan ketawa kecilnya “Ya boleh lah, asal loe bersikap baik di rumah gue!”
“Bener nih?”
Sakura mengangkat bahu sambil tersenyum, “If you want,”
Diserbunya buku Sakura sama Kevin yang masih belum mengerjakannya sedikitpun. “Hey, sabar dong! Gue juga baru nomer tujuh nih!”
“Gak apa-apa lah, yang penting gue gak diterkam sama Bu Fitri.”
Jason dan Astrid yang merencanakan ‘kencan’ diam-diam masih saja belum pulang. Padahal sudah dua jam berlalu semenjak Kevin ingin pergi ke rumah Sakura. Sakura yang terlihat akrab dengan Kevin tentunya menjadi kejadian langka bagi murid-murid di sekolahnya.
Biasanya setiap detik selalu saja mereka berdua berantem. Tapi sekarang, mirip seperti sepasang sahabat yang sangat banget akrab.
“Ra,” Sakura yang mendengar panggilan Kevin langsung menjawab ‘ya’ “Ternyata loe baik juga ya?!”
Sakura tersenyum “Masa? Loe sendiri? Tumben bisa diem. Biasanya pecicilan kayak anak TK baru melihat bonyoknya”
Kevin melihat sekeliling “Toilet di mana sih?”
“Itu, disebelah sana.”
Kevin langsung lari menuju arah tangannya Sakura. Buku yang masih berserakan dirapihkan Sakura dengan telitinya. Takutnya ketukar sama Kevin, nanti bisa berabe.
Cewek berambut panjang dan agak tomboy ini menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Ia ingin mengambil buku rumus Fisika kelas 1,2,3 SMP dan kelas 1,2,3 SMA. Diitung-itung bisa buat tambahan rumus. Kamarnya yang dipenuhi oleh segudang buku komik dan novel terlihat sangat berantakan. Saat Sakura membuka pintu, ia menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri. “Ternyata gue belum rapihin!”
Dengan langkah yang mantap, ia menuju kamarnya yang udah mirip kapal pecah ini. Dirapihkannya buku-buku tersebut dan disimpan di bagiannya masing-masing. Sakura memang punya rak buku khusus untuk buku komik dan novelnya. Bagian novel di rak bagian dua ke bawah, sedangkan komik di rak ke dua ke atas. Tak terasa waktu cepat berlalu.
Terdengar dari arah bawah. Nama Sakura dipanggil dengan sangat keras. Semakin lama semakin mendekat dan....
BRAK, “Saku...”
“Hey!!! Ngapain loe ke kamar gue! Pamali tau! Cowok main ke kamar cewek tanpa ijin!!”
“Ya, maaf. Lagian loe kagak turun-turun!”
Ooow! Gue lupa kalau masih ada Kevin, Sakura memukul keningnya.
“Wow!”
Sakura memasang wajah bingung.
“Kamar loe rapih juga ya?”
“Siapa dulu! Sakura!!”
“Ya, udah mau dilanjutin gak nih belajarnya??”
Dengan anggukan yang mantap, Sakura langsung beranjak dari kamarnya dan menuju ruang keluarga.

###

Ting tong, bel rumah yang letaknya di Jatibening ini berbunyi dengan pelannya. Sakura yang sedang meminum air mineral langsung menghabiskannya dengan cepat-cepat. Hingga akhirnya tersendak.
“Uhuk, uhuk! Ya! Bentar ngapa!”
Bel yang makin lama makin terlihat tak sabar, membuat Sakura semakin gak sabaran juga. Ditujunya pintu kayu yang dihiasi gagang dengan ukiran, dan dibukanya pintu tersebut. Sakura sudah menduga kalau itu pasti ‘JASON’.
Ya, iyalah siapa lagi coba? Dengan tampang yang kucel abis, ia memasuki home sweet home nya.
“Kucel banget sih loe? Abis ngapain aja sama Astrid?”
Dengan tatapan yang males banget Jason menghadap ke arah kakak tercintanya ini. “Shoping...” dengan singkatnya ia bicara.
Shoping? Pantes aja sampai kucel gitu! Sakura tertawa geli. Soalnya Astrid kalau shoping kan lamanya bukan main! Gempor aja tuh kaki! Dasar Shoping Maniac!
Kevin memang sudah pulang, dengan moment yang jarang banget ada kalau ada di sekolah, plus Kevin sudah melihat kamarnya, membuat Sakura was-was dengan adiknya ini. Jason memang mulut ember. Setiap kali kasih rahasia, pasti langsung nyebar ke mana-mana. Itulah kecocokan Jason dan Kevin. Sama-sama bandel, sama-sama playboy, sama-sama bocor, sama-sama suka -??? Gak deh bercanda-
Jason dengan gaya jalannya yang sempoyongan, sedang menaiki tangga dengan lemasnya. Ih, siapa suruh tadi loe gak kerumah sekalian...bahkan nyuruh Kevin belajar bareng gue, itu azabnya...! Sakura menahan tertawanya sambil menyusul Jason ke room sweet roomnya.
Keadaan yang sudah tertata rapi plus keadaan yang sunyi di kamar ‘SAKURA’ ini menjadi bersuara secara diam-diam. Terdengar sebuah lagu mellow dari Nidji. Tentunya berjudul Manusia Sempurna...
Sambil mendengarkan lagu, Sakura membuka komputer yang berada di kamarnya.
Ia membuka salah satu folder yang sudah diberikan kata kunci. PIP, terbukalah dokumen rahasia miliknya -sebenarnya sih gak begitu rahasia-.
Sebuah Diary yang rahasia di dokumen itu terbuka dengan leluansanya.
Sebenarnya bentuknya tidak seperti diary, melainkan seperti cerita yang mirip novel. Makanya dia beri kata kunci.
Dipencetnya keyboard dengan sangat lincahnya.
“KAKAK!!!”
Sakura kaget dengan panggilan seseorang dari arah pintu. Secepat kilap dia menutup file yang tadi dia buka. “Jason! Kenapa loe gak ketuk pintu dulu sih!!”
“Hehehehe... sory dorry strawberry deh!!!”
“Mau ngapain loe kesini?”
Jason menghampiriku dengan tampang sedikit ngeles.
“Kakak...”
APA??!”
“Wuiih! Jangan galak kayak gitu donk!!!”
“Ya deh... ada apa? Ngapain ke sini?”
“Hmmm, kakak baik deh!!! Pinjem duit donk!!!”
Sakura menarik nafas dalam-dalam. “Dasar! Ngapain sih? Buat jalan sama Astrid ya??”
Jason tersenyum sambil masih memelas. Ia menyodorkan tangannya yang tidak memegang apapun. “Sepuluh ribu aja!!!”
“Gak ah! Loe tuh orangnya NORAK tau gak!!! Masa mo jalan sama Astrid aja masih minta pesangonnya ke gue??!”
“Loh, emangnya loe gak ikut?” Jason duduk di kasurku sambil memasang wajah bingung.
Sakura menatap ke arah Jason. “Emangnya mau ke mana sih?”
“Itu loh! Retret di Puncak, tepatnya di Pondok Remaja Anugerah Gunung Geulis. Loe emang gak mau ikut?”
Retret?”
“Iya! Emangnya loe belum tau?”
Sakura menggeleng
“Aduh... gak gaul banget sih loe!! Loe tu orang yang poor of comunication tauk!!”
“Yaelah, lagian gue juga gak terlalu suka ­retret kayak gituan!”
“Ooow!!?” keadaan hening sejenak “Tapi, Justin ikut loh!!!”
Aku melotot kearah Jason “Yang bener???!”
Jason mengangguk.
“Okey! I comming to RETRET !!!”

###

“HUAAAA!!!!! MENYEBALKAN!!! Masa gue disuruh bawa nih barang bejubel gini??!!”
Kata seseorang cewek yang rambut panjangnya sedang dikuncir satu ke samping sebelah kanan.
“Gak apa-apa lah!! Itung-itung buat kekuatan tubuh loe. Loe kan cewek yang manjanya bukan main.”
Raut wajah Sakura makin jengkel. “Iye, gue juga gak semanja itu kali!!”
Dimasukinya Bus 2 khusus untuk kelas tiga dua. “Jason, nih barang loe bawa ke bus loe sendiri!”
“Iya...iya... santai aja donk mbak!”
TARAAA!!
Ternyata bangkunya sudah penuh semua! Apalagi bangku yang di belakang, full of the Poor Brain Boy disana!! Udah dua puluh persennya cowok tulalit semua lagi! Untungnya sih, tempat belakang sudah penuh jadinya Sakura memilih tempat lainnya. Dilihatnya tempat duduk samping Astrid, ternyata sudah diduduki oleh Marchell, cowok tajir, cakep, dan pinter ini. Maksudnya sih katanya mau jadi temannya, jadinya Sakura ngijinin Astrid untuk duduk bareng Marchell. Tapi syaratnya gak boleh nyelingkuhin si Jason.
Hmmm, berarti Sakura harus nyari bangku lain deh. Tengok kiri, kanan, dan udah di pertengahan bus nih!
Dheg, satu bangku kosong dekat jendela tuh! Batin Sakura berbinar-binar. Dilihat teman sebangkunya yang sedang asyik dengerin discman.
Mata Sakura terbelalak, cowok yang lagi pake baju kaos warna hijau bermotif dan jaket biru juga celana jeans panjang warna biru muda ini ternyata...
Kevin???”
Kevin asyik saja dengan discmannya. Sakura hanya pasrah dan dengan diam-diam dia duduk disampingnya. Berhasil! Kevin gak tau kalo ini gue!!! Sakura berbinar-binar layaknya lampu berkelap-kelip.
Kevin menengok ke arah Sakura dengan seksama. “Hai cewek,”
Sakura langsung kaget mendengar Kevin menegur dirinya. Ia langsung mengambil kacamata hitam yang rada besar. Ia menengok ke arah Kevin.
“Ha...hai...”
“Hmmm, ini siapa ya? Kayaknya gue kenal loe deh?”
Mampus gue! Kalo ketahuan ini gue, bakalan jadi pusat perhatiannya Astrid nih!!
“Hey... loe siapa ya??”
“Gue..” Ups suara gue bisa di detect nih ma Kevin!! Sakura hanya mengangguk perlahan ke arah Kevin.
“Oh.. gak apa-apa kok kalo loe gak mau kasih tau nama loe. Daripada loe terlalu semangat mau kenal gue kayak si Sakura itu!”
Dag dig dug dueerr!!! Hati Sakura yang Up Angrynya ini mulai gak tahan lagi. Ingin banget rasanya Sakura memukuli wajahnya Kevin.
Kevin yang masih asyik dengerin discman masih saja memperhatikan Sakura dengan seksama. Kevin menoleh kearah Sakura, “Loe kelihatan BT, loe mau dengerin lagu? Yah.. mungkin lagunya gak loe suka tapi, mungkin bisa sedikit menghibur loe!”
Sakura menandakan tidak ke arah Kevin, tapi Kevin masih saja memaksanya.
Akhirnya Sakurapun kalah dan harus memakai satu earphonenya si Kevin. Guru pembina per bus sudah masuk, tentunya gurunya bernama Pak Nendi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar